Bagi yang belum tahu, ransomware adalah sejenis malware pada komputer atau laptop yang akan masuk ke sistem dan mengunci alias dienkripsi semua data penting yang terdapat pada perangkat komputer atau laptop tadi, tanpa terkecuali. Tidak hanya itu, ransomware juga meminta tebusan pada para korbannya bila ingin membuka data yang dikunci tadi. Mata uang yang digunakan pun tidak seperti mata uang pada umumnya, namun menggunakan mata uang virtual Bitcoin yang sangat sulit untuk dilacak (untuk saat ini).

Tidak hanya mengunci data-data saja, ada beberapa jenis ransomware yang dapat mengunci keseluruhan sistem. Sehingga bila ingin menggunakannya jalan satu-satunya dengan cara membayar uang tebusan sesuai yang diperintahkan.

Gejala awal yang timbul sebuah komputer atau laptop terinfeksi sebuah ransomware adalah, kinerja yang tidak maksimal alias melambat mirip saat terkena virus atau malware. Lalu yang paling nampak adalah, semua data penting seperti dokumen, lagu, video atau foto berubah ekstensi file-nya menjadi ekstensi yang tidak lazim, Misal data dokumen foto yang biasanya memiliki ekstensi JPEG, JPG atau PNG berubah menjadi cerber3 atau lainnya.

Lalu saat hendak membuka file tersebut, muncul sebuah pesan yang berisikan informasi (bisa melalui sebuah file TXT atau melalui wallpaper) bahwa data pada perangkat komputer atau laptop telah dikunci dan meminta tebusan bila ingin mengakses file tersebut. Nominalnya pun bervariatif, mulai dari 1 Bitcoin yang bila dikonversikan sekitar 8 juta Rupiah, hingga puluhan juta. Alamat yang ditujukan pun memiliki domain yang bermacam-macam, salah satunya dengan domain .onion yang mana hanya dapat diakses dengan menggunakan browser TOR.

0 comments so far,add yours